Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, sektor pariwisata dan perjalanan menjadi salah satu industri paling besar dan menjanjikan secara global. Menurut data dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), tahun 2019 mencatatkan rekor sebagai periode dengan pergerakan perjalanan internasional terbanyak sepanjang sejarah. Saat itu, nilai ekonomi pariwisata global mencapai sekitar 4,7 triliun dolar AS atau sekitar Rp67 kuadriliun, menyumbang lima persen terhadap produk domestik bruto dunia. Dalam daftar negara yang paling banyak menerima wisatawan mancanegara pada tahun 2019, Perancis menempati posisi teratas dengan jumlah kedatangan mencapai 90 juta turis internasional. Negara ini mempertahankan gelarnya sebagai destinasi wisata nomor satu dunia selama tiga tahun berturut-turut berdasarkan laporan World Economic Forum. Menyusul di belakangnya, Spanyol mencatat 83,5 juta kunjungan, sementara Amerika Serikat berada di posisi ketiga dengan 79,3 juta pengunjung. Dari sisi kota tujuan, Bangkok mendominasi sebagai kota yang paling sering dikunjungi wisatawan internasional, dengan 22,7 juta kedatangan pada tahun yang sama. Prestasi ini diraih Bangkok selama empat tahun berturut-turut menurut Global Destination Cities Index dari Mastercard. Meskipun pada tahun-tahun berikutnya sempat mengalami penurunan drastis akibat pembatasan perjalanan, kota ini mulai kembali didatangi wisatawan seiring pelonggaran regulasi dan pulihnya mobilitas global. Fakta-fakta ini menunjukkan betapa besarnya peran industri pariwisata dalam mendukung perekonomian dunia sebelum krisis kesehatan global melanda.

Pariwisata Dunia Sebelum Pandemi: Ketika Perancis dan Bangkok Jadi Primadona Wisatawan
Leave a reply