Idul Fitri adalah momen penting yang dirayakan dengan penuh kegembiraan bersama keluarga, ibadah, dan hidangan khas yang melimpah. Setiap negara memiliki makanan tradisionalnya yang menjadi simbol perayaan. Di Palestina, hidangan khas untuk Idul Fitri adalah roti Taboon yang disajikan dengan bawang karamel, ayam berbumbu sumac, dan minyak zaitun. Hidangan ini menggambarkan kehangatan dan kebersamaan keluarga.
Di Yordania, Mansaf menjadi makanan utama, yakni hidangan domba atau kambing yang dimasak dengan saus yogurt jameed. Hidangan ini sering disajikan dengan nasi kunyit, markouk, dan kacang panggang, yang menciptakan cita rasa khas Timur Tengah. Sementara itu, biryani, yang berasal dari Asia Selatan, adalah nasi berbumbu yang dimasak dengan daging ayam atau kambing, dengan campuran rempah seperti kapulaga, cengkeh, kunyit, kayu manis, dan safron yang menghasilkan aroma harum.
Di Indonesia, lepet menjadi pilihan kue basah khas Idul Fitri, terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang atau kelapa dan direbus dengan santan. Tidak kalah populer, rendang juga menjadi hidangan yang identik dengan Idul Fitri. Daging sapi dimasak perlahan dengan santan dan bumbu seperti serai, lengkuas, dan cabai, sering dinikmati dengan ketupat.
Di Ethiopia, Doro Wat adalah hidangan kari ayam yang dimasak dengan bumbu berbere dan disajikan dengan roti injera. Turki menyajikan Tufahije, yaitu apel rebus yang diisi kacang kenari, kayu manis, dan madu, lengkap dengan krim kocok dan ceri. Sementara di Asia Selatan, Sheer Kurma, puding susu dengan bihun, kurma, dan kacang-kacangan, menjadi hidangan penutup yang manis.